PLTA SULEWANA “SIAP” BEROPERASI??

GambarGambarPalu (ANTARA) – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola akan meminta penjelasan kepada Komisaris PT Poso Energy Jusuf Kalla terkait dengan rencana beroperasinya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sulewana di Poso yang dibangun perusahaan itu.

Longki Djanggola usai membuka sosialisasi implementasi undang-undang tentang badan penyelenggara jaminan sosial nasional di Palu, Kamis mengatakan, dirinya akan mempertanyakan kesiapan beroperasinya PLTA Sulewana tersebut bertepatan dengan rencana kunjungan Jusuf Kalla ke Tentena pada 26 Mei 2012.

“Saya berkepentingan dengan Pak JK (Jusuf Kalla) khususnya terkait Sulewana. Saya akan ikut mendampingi beliau pada pengresmian Universitas Kristen di Tentena nanti,” kata Longki.

Menurut Longki dirinya perlu mendapat kejelasan tentang rencana beroperasinya PLTA Sulawena mengingat kebutuhan listrik di Sulawesi Tengah sangat mendesak, tidak saja untuk kepentingan pelayanan dasar bagi masyarakat namun juga untuk pertumbuhan industri di daerah ini.

Longki mendapat informasi bahwa rencana beroperasinya PLTA Sulewana belakangan ini sedikit terganggu karena adanya protes dari warga sebagai dampak naiknya permukaan air untuk membangkitkan turbin.

Sementara itu informasi yang diperoleh dari Poso menyebutkan, pekan lalu perusahaan sudah melakukan uji coba terhadap satu turbin namun berdampak pada masyarakat sekitarnya.

Saat permukaan air dinaikkan, ternyata berdampak pada budidaya ikan tawar masyarakat setempat sehingga menimbulkan reaksi dari masyarakat atas naiknya permukaan air di sungai Poso.

“Saat waduk ditutup air sungai meluap setinggi jembatan yang menghubungkan kampung Sulewana sehingga menghanyutkan keramba ikan masyarakat,” kata sumber yang dihubungi dari Palu, Kamis.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengatakan masyarakat Sulawesi Tengah segera menikmati aliran listrik yang bersumber dari PLTA Sulewana pada Mei atau Juni 2012.

Rencana beroperasinya PLTA Sulewana 2 X 60 megawatt itu sudah mengalami penundaan tiga kali. Salah satu faktor yang menjadi alasan perusahaan adalah faktor alam dimana tanah di sekitar lokasi pembangunan labil.

Kelabilan tanah tersebut ikut mempengaruhi pembangunan “power house” dan “penstock”, namun perusahaan sudah mengatasinya sehingga tidak ada lagi kendala teknis. (tp)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: