Teluk Tomini

Teluk Tomini merupakan teluk yang paling besar di daerah Garis Khatulistiwa dengan luas berkisar 59.500 km2. Kawasan ini juga merupakan kawasan andalan nasional dan memiliki potensi sumberdaya alam cukup besar yang dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kawasan Teluk Tomini merupakan jantung dari segitiga karang dunia (Coral Triangle) termasuk di dalamnya adalah taman wisata laut Kepulauan Togean yang memiliki keanekaragaman hayati spesies laut (biodiversity) yang tinggi, serta karakteristik ekosistem yang unik dan indah. Eksploitasi sumberdaya alam akibat tekanan pembangunan intensif yang tidak diimbangi pola pengelolaan yang berwawasan lingkungan akan menyebabkan degradasi sumberdaya alam di Kawasan Teluk Tomini. Keadaan demikian tentunya akan mempunyai konsekuensi logis terhadap pengembangan komunitas penduduk di sekitar Teluk Tomini.

          Pengelolaan Teluk Tomini setidaknya dapat mewakili kepentingan dari 3 Provinsi sebagaimana kesepakatan 3 Gubernur, masing-masing Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo yang dilakukan di World Ocean Conference (WOC) Manado pada tanggal 13 Mei 2009. Ketiga provinsi tersebut, berdasarkan fakta-fakta yang ada menyatakan bahwa:

  1. perlunya peningkatan pengelolaan Teluk Tomini secara berkelanjutan berbasis lingkungan oleh berbagai pihak dalam mengatasi dinamika permasalahan yang terus berkembang;
  2. perlunya pendekatan pengelolaan Teluk Tomini secara terpadu dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek
    ekologi/lingkungan, ekonomi, sosial-budaya dan aspek lainnya secara proporsional; serta.
  3. perlunya peningkatan koordinasi, integrasi dan sinergitas program dan kegiatan antar berbagai pihak di ketiga provinsi dalam pengelolaan Teluk Tomini.

Pada wilayah Sulawesi Tengah, setidaknya terdapat beberapa isu strategis yang mendasari bentuk pengelolaan Teluk Tomini, antara lain :

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Lampiran IX No. 26 yang tidak secara jelas mencantumkan Selat Makassar, Laut Sulawesi dan Teluk Tomini sebagai Kawasan Andalan Provinsi Sulawesi Tengah;
  2. pemanfaatan sumberdaya ikan di kawasan Teluk Tomini terutama pelagis besar dan pelagis kecil telah mendekati Maximum Sustainable Yield (MSY) sedangkan pemanfaatan potensi perikanan budidaya kurang dari 10%;
  3. populasi penduduk di kawasan pesisir Teluk Tomini relatif padat, cenderung meningkat dengan tingkat pendidikan rata-rata relatif rendah, termasuk dalam penguasaan IPTEK
  4. Angka kemiskinan dan pengangguran di pesisir Teluk Tomini relatif tinggi;
  5. ketahanan pangan; tiga di antara empat kabupaten di Teluk Tomini berisiko sedang atau tinggi
    terhadap situasi pangan dan gizi;
  6. daya saing ekonomi masih rendah akibat : (a) produksi didominasi bahan baku (raw materials), (b) penguasaan IPTEK untuk processing masih lemah, (c) infrastruktur dan kelembagaan belum optimal, (d) kondisi geografis menyebabkan informasi dan aksesibilitas pasar menjadi terbatas;
  7. degradasi lingkungan, baik di hulu maupun hilir, illegal fishing serta pencemaran domestik dengan indikator kerusakan padang lamun, terumbu karang serta mangrove.

Oleh sebab itu, sangat diperlukan suatu konsep pengelolaan Teluk Tomini secara terpadu dan berkelanjutan yang diterapkan secara konsisten dan konsekuen agar dengan tujuan akhir adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, terutama di pesisir Teluk Tomini.

Sumber Artikel: http://dkp.sulteng.go.id – (Membangun Model Pengelolaan Berdasarkan Kawasan Ekoregional dan Multifungsi di Teluk Tomini – Provinsi Sulawesi Tengah)

Foto nelayan di Kabupaten Parigi Moutong.

Foto nelayan di Kabupaten Parigi Moutong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: