Mencapai Surplus Energi di Indonesia

Abraham Mose*

Sistem tenaga surya sebagai sistem energi terbarukan yang mengkonversi Sinar matahari menjadi listrik merupakan sumber energi listrik yang bersih dan merupakan jawaban terhadap tantangan Indonesia mencapai surplus Energi di masa depan. Serta sesuai dengan semangat pro-environment yang dicanangkan oleh Bapak Presiden sebagai sikap Indonesia untuk mempelopori penyelamatan dunia dari kerusakan lingkungan.

Sebagai negara tropis, limpahan cahaya matahari di Indonesia sangat melimpah. Potensinya energi surya di Indonesia yaitu sekitar 4,8 kWh/m2/hari. Walaupun baru dimulai, langkah pemerintah yang melakukan pemanfaatan energi surya misalnya dalam bentuk Solar Home System untuk daerah-daerah terpencil seperti dipulau bunaken dan lain-lain merupakan hal yang patut diapresiasi dan selayaknya ditiru oleh kalangan swasta.

Negara-negara di Eropa telah mencanangkan pengunaan energi terbarukan sekita 25% dari seluruh kebutuhan energinya pada tahun 2025. Sedangkan Jerman dan Amerika menjalankan program 1 juta roof (instalasi sel surya di atap rumah). Jepang sebagai negara terdepan di dunia dalam hal memproduksi dan memakai sel surya menargetkan penggunaan sebesar 10% sel surya pada tahun 2030. Sedangkan China tidak kurang belasan manufaktur sel surya yang tengah pemproduksi rata-rata 20-50 MW sel surya pertahunnya, dan India memiliki tidak kurang 8 manufaktur sel surya yang telah berproduksi mulai akhir tahun 90-an. Di Asia Tenggara, Thailand telah mengembangkan sel surya dan memiliki 3 manufaktur dengan kapasitas produksi 15-20 MW pertahun. Philipina mendapat kesempatan mengembangkan sel surya, dimana UNI Solar USA, telah memindahkan salah satu cabang manufakturnya dari Amerika Malaysia satu manufaktur sel suryanya telah memproduksi 15MW per tahun dan satu manufaktur lainnya tengah dikerjakan untuk produksi sekitar 30MW pertahun.

Pemerintah Indonesia sendiri mencanangkan bahwa pada tahun 2025, energi terbarukan berkontribusi sekitar 4% terhadap total konsumsi energi lokal dimana 0,02% -nya berasal dari energi surya. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dilakukan investasi baik dalam hal riset maupun untuk produksi massal melalui misalnya subsidi bagi perusahaan yang berminat mengembangkan sel surya dan juga konsumen pemakai sel surya. Dan berdasarkan data dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, tahun 2005 kapasitas panel surya yang terpasang di Indonesia baru 8 MW. Nilai ini masih sangat kecil bila dibandingkan potensi tersebut. Tentu saja target ini bisa kita lampaui kalau kita mau bekerjasama dan memanfaatkan potensi limpahan cahaya matahari di Indonesia sangat melimpah.

Tentu saja untuk mencapai target ini bukan tugas regulator atau pemerintah semata, PT Len Industri (Persero) sebagai BUMN yang telah memproduksi “Fotovoltaik” dan ketua APAMSI (Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia) bersedia untuk menjadi ujung tombak bersama dengan PLN memenuhi kebutuhan listrik nasional, khususnya didaerah terpencil. Sinergi ini diharapkan akan menjamin penyediaan listrik nasional oleh PLN, khususnya didaerah terpencil dapat terjamin dengan harga dan kualitas yang terbaik. Tinggal bagaimana regulator dapat memanfaatkan potensi bahan baku sel fotovoltaik yang juga sangat melimpah di Indonesia, dengan membangun pabrik sel surya. Sehingga ketergantungan terhadap impor akan bahan baku sel fotovoltaik dapat dihindari dan industri fotovoltaik nasional dapat tumbuh pesat.

Kalau Industri Fotovoltaik Nasional telah tumbuh dan kuat, maka cahaya matahari di Indonesia yang sangat melimpah ini akan menjadi jawaban abadi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mencapai Surplus Energi di Dunia.

*)Director of Commerce PT.LEN Industri (Persero)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: