MENGENANG RAMADHAN DI MASA KECIL

 

 

 

 

 

Di usia saya sekarang, saya sudah berkeluarga dan punya dua anak yang lucu-lucu, berkah dan anugrah yang tak terhingga dari Allah, terima kasih Ya Tuhan atas segala nikmat dan karunia Mu kepada saya.

Tak terasa, beberapa hari lagi menjelang bulan Ramadhan akan kita sambut, dan selalu yang teringat adalah masa kecil saya selama ramadhan tiba. Bulan yang sangat dinanti-nanti oleh setiap muslim. Masakecildulu banyak kenangan akan suasananya yang berbeda dari bulan-bulan lain. Kalau tidak salah ingat, dulu hampir sebulan sekolah diliburkan.

Suasana Ramadhan sejak bangun tidur hingga tidur lagi selalu ramai dan meriah. Bangun tidur sebelum sahur saya mendengar anak-anak keliling perumahan untuk membangunkan orang tidur dengan menabuh bedug dan kentongan sambil berteriak sahur…..sahur….!!! sahur….. sahur!!!!!! Ah, sungguh indah terdengar di telinga saya.

Selesai santap sahur, teman-teman sudah berteriak di depan untuk bersama-sama pergi ke masjid. Suasana masjid sudah ramai (seandainya di luar Ramadhan masjid selalu ramai di hari subuh ya?).  Selepas shalat subuh, saya dan teman-teman tidak segera pulang tapi jalan-jalan dulu, karena kami sekolah kami libur. Di sana-sini terdengar bunyi petasan yang disulut oleh anak-anak laki-laki.

Siang hari untuk melupakan perut lapar saya biasanya bermain dengan teman-teman, dengan berbagai macam mainan seperti: kelereng, gasingan, dan lain-lain. Kalau capek bermain, ya tidur siang sampai sore hari. Menjelang waktu berbuka, ngabuburit bersama  dan-teman lagi. Kadang main sepeda, dan segera pulang ketika mendengar azan maghrib.

Selesai berbuka, shalat maghrib kemudian lihat TV sebentar kemudian mempersiapkan diri untuk shalat tarawih. Nah, di masjid juga banyak cerita yang seru dan lucu-lucu.

Ah kenangan yang indah di masa kecil anda punya ceritanya juga?

“Sejauh-jauh burung terbang, dia akan kembali ke sarang….”
Klise?
Ya….
Sejauh-jauh merantau, manusia akan kembali mengenang & merindukan kehidupan awalnya.

Besok ramadhan tiba, seketika saya merindukan, amat merindukannya.
Saya rindu suasana ramadhan dahulu.
Tiba-tiba saya merindukan masa kecil saya.
Masa-masa di mana suasana religius masih begitu kuat & kental.
Ketika kami menyantap sahur bersama.
Ketika saya, adik2 & kakak2 menunggu orang tua kembali ke rumah menjelang maghrib.
Ketika kami duduk tidak sabar menunggu waktu berbuka & kemudian bergegas menyambar makanan, sesaat kami mendengar azan & bedug dari mesjid terdekat.
Ketika kami shalat magrib berjamaah diimani ayah tercinta, yang memimpin kami dengan doa:

“Ya, Allah, Tuhan pemilik bumi & langit, lindungilah kami dari azabmu.
Lindungi isteri & anak2 kami dari iri & dengki. Jadikanlah mereka anak-anak yang saleh & berbakti kepada orang tua. Berikanlah rahmatMu
kepada kami, berikanlah kami rejeki yang halal. Lapangkanlah jalan kami menuju
syurga, maafkanlah kesalahan ibu bapak kami, kesalahan kami kepada
mereka…..dst”

Ketika saya, adik2, kakak2 & anak2 tetangga berlarian ke
mesjid untuk bertarawih memuji Tuhan kami.

Wahai Allah
pencipta langit dan bumi.
Tiba-tiba saya merindukanMu.
Saya rindu berada dalam dekapanmu
Saya rindu menangis dalam sejadah & menyerahkan diriku bulat-bulat padamu.
Saya rindu memuji namaMu ditengah pekatnya malam & membaca ayat-ayat suciMu.

Ya, Allah maafkan aku yang sering melupakan & menjauh dariMu.
Tiba-tiba menjelang ramadhan, saya menjadi begitu sentimentil.
Tiba-tiba di tengah-tengah kemapanan negeri barat, saya merasa telah
‘kehilangan’ rohku.
Tiba-tiba saya merasa amat kecil, hampa….
Saya rindu Tuhanku.
Saya rindu Rasulku
Saya rindu ramadhan .
Bersyukurlah mereka yang menjalankan ramadhan ditengah-tengah keluarga, meski mungkin mereka sendiri tak pernah menyadari karunia itu.

Apapun suasana ramadhan, saya yakin setiap tahun ga akan sama, dan semoga masih bisa beribadah di bulan yang penuh rahmat dan berkah tahun ini, semakin baik dari tahun ke tahunnya dan makin banyak rejeki agar bisa berbagi lebih banyak, Amiin ya Rabb…

Untuk semuanya, saya mohon maaf lahir dan batin ya..

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: